MANAGEMEN PENYIMPANAN OBAT


Haii teman-teman, apa kabar nih kalian dimana pun berada, berpijak dan meraih cita-cita.. :)

Admin first time buat yang namanya blog-blog gini ala  ala anak blogger hehe, semoga bermanfaat buat yang membacanya ya..

            Tahu gak sih kamu, managemen  berasal dari “management” diartikan sebagai pengeolaan.suatu proses menata atau mengelola organisasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan dipahami sebagai manajemen.Managemen emang ga asing sii di dunia akuntasi atau kantor-kantor pemerintahan tapi kalo tentang managemen penyimpanan obat kira-kira gimana yaa?

            Duuhhhh kira-kira kenapa ya managemenpenyimpanan obat, penasaran yaaa.. (Sama saya juga :D) yaudah kuy kita mulai check it dotttt!!

Teman-teman, managemen juga ternyata berlaku loh di bidang farmasi. Farmasi selain berbicara tentang bagaimana membuat obat-obatan, peracikan obat, mengenali struktur senyawa obat  memformulasi, mengidentifikasi dan masih banyak lagi nih. Nahh dalam farmasi selain yang saya sebutkan diatas ternyata kita juga harus memperhatikan  managemen penyimpanan obatnya. Terdengar sepele ya, tentang managemen penyimpanan obat ini. Tapi ternyata masih banyak instansi kesehatan termasuk puskesmas yang tingkat penyimpanannya tidak sesuai atau mengabaikan penyimpanan obat.        

Kali ini saya ingin membahas managemen penyimpanan obat, fungsi dan manfaat penyimpanan obat  dan dampak negatife dari kesalahan penyimpanan obat. Yuk mari kita simak bersama-sama. Penyimpanan obat merupakan proses sejak penerimaan obat, penyimpanan obat dan mengirimkan obat ke unit pelayanan kesehatan. Tujuan utama penyimpanan obat adalah mempertahankan mutu obat dari kerusakan akibat penyimpanan yang tidak baik serta untuk memudahkan pencarian dan pengawasan obat-obatan. Untuk memantau dan mengevaluasi hasil yang telah dicapai dari sistem pengelolaan obat diperlukan suatu indikator.
 
Penyimpanan obat tersebut berfungsi  sangat penting dan bermanfaat, jika diperhatikan dan dipelihara agar obat aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat.  Tujuannya juga memudahkaan pencarian dan pengawasan pengaturan tata ruang, penyusunan stok obat, dan pengamanan mutu obat karena dikhawatirkan massa berlaku obat tersebut akan habis dan tidak layak lagi untuk di konsumsi oleh pasien lagi. 

Dampak negative dari salahnya penyimpanan obat adalah obat bisa saja kedaluwarsa , stok obat nati dan kerugian yang dialami negara dan terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Jadi teman-teman jika suatu saat kita berkerja sebagai petugas kefarmasian yang membidangi urusan kemanagemenan harus bisa mengatur managemen penyimpanan obat agar tidak merugikan bagi instansi kesehatan dan juga pasien.





www.dckonsultan.com/services/konsultan-gdp       
            

                                                           



Sudah tahukan teman-teman ku sekalian kenapa penyimpanan obat sangat penting bagi kita. Semoga dari artikel ini teman-teman bisa bertambah pengetahuannya dan wawasannya. Tunggu postingan-postingan berikutnya ya guysss…. Loveyouhhhhhhhhhh<3










Referensi :
Syafaruddin & Nurmawati Pengelolaan Pendidikan.2011. Mengembangkan Keterampilan Managemen Pendidikan Menuju Sekolah Efektif. Medan: Perdana Publishing.
Azis, S., Herman, M. J., dan Mun’im, A. 2005. Kemampuan Petugas Menggunakan Pedoman Evaluasi Pengelolaan dan Pembiayaan Obat, Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. II,  No.2.
Palupiningtyas, D.,2014. Analisis Sistem Penyimpanan Obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Mulai Tanggerang. Tanggerang.

Komentar

  1. Wahhh keren terimakasih infonya teman sangat bermanfaat<3

    BalasHapus
  2. Waaahhh makasih bangeddd infonya bundaaa :*

    BalasHapus
  3. Uwuu terimakasih buat infonya teman ♡

    BalasHapus
  4. Mksih bnyk informasinya teman
    😊

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas infonya yaa temanπŸ’™

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obat Kadaluwarsa, apaan tuh?